Skip to content

Basic Git Commands

Pada modul ini, kita akan mempelajari beberapa perintah dasar Git yang sering digunakan dalam pengelolaan versi kode sumber. Tapi sebelum masuk ke perintah-perintah tersebut, pastikan Git sudah terinstal di sistem Anda. Jika belum, silakan merujuk ke modul "Git Installation" git installation.

Git di Powershell (Optional)

Agar kamu bisa menggunakan Git di Powershell tanpa harus membuka Git Bash, kamu bisa menambahkan path Git ke dalam variabel lingkungan (environment variables) di Windows. Lihat panduan ini.

Konfigurasi Awal Git

Pada awal penggunaan Git, kita perlu mengatur nama pengguna dan email yang akan digunakan dalam setiap commit. Gunakan perintah berikut:

  1. Mengatur nama pengguna:

    git config --global user.name "Nama kamu"
    
  2. Mengatur email pengguna:

    git config --global user.email "Email kamu"
    

Tambahan

Terdapat 2 level konfigurasi Git, yaitu --global dan --local. Opsi --global akan mengatur konfigurasi untuk seluruh repository di sistem kamu, sedangkan --local hanya akan mengatur konfigurasi untuk repository saat ini saja.

Setelah konfigurasi awal selesai, kita bisa mulai menggunakan beberapa perintah dasar Git berikut:

Perintah Dasar Git

  1. Inisialisasi Repository Git Baru

    Untuk membuat repository Git baru di direktori saat ini, gunakan perintah:

    git init
    
  2. Menambahkan File ke Staging Area

    Untuk menambahkan file ke staging area sebelum melakukan commit, gunakan perintah:

    git add <nama_file>
    

    Atau untuk menambahkan semua file yang telah diubah:

    git add .
    
  3. Melakukan Commit

    Setelah menambahkan file ke staging area, kamu bisa melakukan commit untuk menyimpan perubahan tersebut ke dalam repository. Gunakan perintah:

    git commit -m "Pesan commit kamu"
    

    Kombinasi Perintah

    Kamu juga bisa menggabungkan perintah git add dan git commit menjadi satu langkah dengan menggunakan opsi -a pada perintah commit jika status file berada pada mode modified:

    git commit -a -m "Pesan commit kamu"
    

    atau

    git commit -am "Pesan commit kamu"
    
  4. Melihat Status Repository

    Untuk melihat status repository, termasuk file yang telah diubah dan belum di-commit, gunakan perintah:

    git status
    
  5. Melihat Riwayat Commit

    Untuk melihat riwayat commit pada repository, gunakan perintah:

    git log
    

Berpindah riwayat commit

Untuk berpindah ke commit tertentu dalam riwayat, kamu bisa menggunakan perintah:

git checkout <hash_commit>

Dan untuk kembali ke cabang utama (main/master), gunakan perintah:

git checkout <main / master>

Bekerja dengan Repository remote

  1. Clone Repository

    Untuk menyalin (clone) repository dari remote server ke lokal, gunakan perintah:

    git clone <url_repository>
    
  2. Menambahkan Remote Repository

    Untuk menambahkan remote repository ke repository lokal, gunakan perintah:

    git remote add origin <url_repository>
    

    Biasanya origin adalah nama default untuk remote repository utama. Pada saat melakukan clone, Git secara otomatis menambahkan remote dengan nama origin.

  3. Melakukan Push ke Remote Repository

    Setelah melakukan commit di repository lokal, kamu bisa mengirimkan perubahan tersebut ke remote repository dengan perintah:

    git push origin <nama_cabang>
    

    Contoh untuk mengirimkan perubahan ke cabang utama (main/master):

    git push origin main
    

    Push Pertama Kali

    Jika ini adalah kali pertama kamu melakukan push ke remote repository, kamu mungkin perlu mengatur upstream branch dengan perintah:

    git push -u origin main
    
  4. Melakukan Pull dari Remote Repository

    Untuk mengambil perubahan terbaru dari remote repository dan menggabungkannya ke repository lokal, gunakan perintah:

    git pull origin <nama_cabang>
    

    Contoh untuk mengambil perubahan dari cabang utama (main/master):

    git pull origin main
    

Mengatur git log

Kamu bisa mengatur tampilan git log agar lebih informatif dan mudah dibaca dengan menggunakan beberapa opsi berikut:

  • Menampilkan log dalam format satu baris per commit:

    git log --oneline
    
  • Menampilkan grafik cabang dan merge:

    git log --all --graph --decorate --oneline
    

Membuat alias untuk perintah git log yang sering digunakan:

git config --global alias.graph "log --all --graph --decorate --oneline"

atau

git config --global alias.graph "!git log --all --graph --decorate --oneline"

Alur Penggunaan Git

Secara umum, alur penggunaan Git dapat digambarkan sebagai berikut:

graph TD
    Start((Mulai)) --> Init[git init]
    Init --> Coding[Modifikasi File / Coding]

    Coding --> Status[git status]
    Status --> Add[git add .]

    Add --> Commit[git commit -m 'pesan']

    Commit --> More{Mofifikasi lagi?}
    More -- Ya --> Coding
    More -- Tidak --> Log[git log / git graph]

    Log --> Selesai((Selesai))

Jika ditambahkan dengan lingkup area kerja Git, alurnya menjadi seperti berikut:

sequenceDiagram
    autonumber
    participant Dev as Pengguna
    participant WD as Working Directory
    participant SA as Staging Area
    participant LR as Local Repository (.git)

    Dev->>WD: Mulai proyek
    Dev->>LR: git init
    note over LR: Inisialisasi repository
    Dev->>WD: Modifikasi file
    Dev->>SA: git add <file> / .
    SA->>LR: Stage perubahan
    Dev->>LR: git commit -m "Pesan commit"
    Dev->>LR: git status
    LR-->>Dev: Status file (untracked/staged/committed)
    Dev->>LR: git log / git graph
    LR-->>Dev: Riwayat commit